Jaga Ketahanan Pangan, PB HMI Ajak Kader Optimalisasi Potensi Pangan di setiap Daerah


KUYTIMES.COM
- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ajak seluruh kader HMI mengoptimalkan potensi pangan di daerah masing-masing agar ketahanan pangan dan kemandirian pangan bisa terwujud.


Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam) PB HMI, Arven Marta, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/6/2022).


Arven mengatakan persoalan ketahanan  pangan makin disorot. Hal ini seiring dengan percepatan perubahan iklim, ancaman kesehatan dan ketegangan antar Negara, harus segera diantisipasi agar tidak terjadi krisis pangan didalam negeri.


"Melonjaknya harga pangan mulai tak terkendali pun bisa menjadi merupakan salah satu terjadinya krisis pangan. Tentu persoalan ini tidak bisa di pandang sebelah mata. Hal ini merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan bersama," tegasnya. 


Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan pangan dan penurunan produksi, baik kualitas maupun kuantitas pangan akibat perubahan iklim, perlu dilibatkan seluruh kader HMI se-Indonesia, 


"Saya mengajak seluruh kader HMI yang tersebar untuk ikut terlibat aktif dalam memaksimalkan potensi pangan yang ada di daerah masing-masing, menghidupkan kembali narasi ketahanan pangan dalam kajian - kajian HMI sehingga ketahanan dapat terwujud.


Arven menegaskan masalah pangan adalah PR kita bersama yang tentunya tak bisa di selesaikan secara sendiri-sendiri. Semangat gotong royong dan solidaritas yang kita punya akan mampu menyelesaikan persoalan ini secara bersama.


"Saya mengimbau teman-teman untuk optimalkan potensi pangan di daerah masing-masing untuk mewujudkan ketahanan pangan dan komunitas petani yang bisa beradaptasi dengan perubahan iklim," pungkas Arven.

Program Teras Pemuda PTKP HMI Cabang Padang, Mempertegas Arah Gerakan Mahasiswa


Padang - Bidang perguruan tinggi dan kepemudaan (PTKP) Himpunan mahasiswa Islam cabang Padang menggelar kegiatan diskusi yang diberi nama teras pemuda bertempat diwisma HmI cabang Padang, kamis,(10/10/2019).

Dalam diskusi bertemakan "mempertegas arah gerakan mahasiswa ” menghadirkan Fardi Winaldi. SH yang merupakan tokoh pemuda yang juga merupakan advokat sebagai pembicara, Serta pemantik diskusi Pj. Ketua Umum Rahmaddian. Selain itu, hadir puluhan kader HMI Cabang Padang  memenuhi forum diskusi dengan antusias.

Pj ketua umum HmI cabang Padang Rahmaddian  dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa hari ini gerakan mahasiswa/ pemuda harus dikembalikan ghairahnya karena mahasiswa/ pemuda merupakan agen of sosial control bagi pemerintah.

Sementara itu Kakanda Fardi winaldi  selaku pemateri mengatakan dirinya bangga bisa bertemu dalam momen diskusi bersama para kader HMI Cabang padang dalam membahas tentang gerakan apalagi beberapa hari belakangan ini mahasiswa sudah mulai menunjukkan tajinya sebagai media kritis bagi penguasa akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah strategi dan taktik dalam melakukan aksi yang harus lebih ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua Bidang PTKP HmI Cabang Padang Randa Afrizal Sandra mengatakan, diskusi yang menyoal gerakan ini sengaja digelar untuk memberikan wawasan mengenai arah gerakan kepada para kader HMI.

"Gerakan mahasiswa itu adalah media kritis terhadap pemerintah dan harus tersistem dengan baik karena aksi tampa strategi omong kosong sementara strategi tanpa aksi anarki. Maka dari itu salah satu tujuan diskusi yang kita beri nama teras pemuda adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana aksi yang seharusnya bagi kader HmI", tutur Randa.

Randa menambahkan, perlu adanya kontrol terhadap isu nasional maupun lokal, serta diiringi dengan memberikan solusi konkret dalam penyelesaian masalah yang terjadi.

Diakhir acara moderator almaized putra menyampaikan ada kenang-kenangan untuk pemateri yang diserahkan oleh Pj ketua umum HmI cabang Padang dan juga penyerahan sertifikat kepada peserta sebagai apresiasi atas kehadiran dalam diskusi teras pemuda HmI cabang Padang.

HMI Cabang Padang Tanggapi Aksi Ricuh Yang Mengibatkan Terbakarnya Anggota Polisi



Padang - Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang Abdurrahman Meindanda mewakili pengurus mengungkap turut berduka atas kericuhan saat melakukan demo di kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur yang mengakibatkan terbakarnya beberapa orang anggota Kepolisian Republik Indonesia dan beberapa orang mahasiswa juga ikut terluka atas insiden kericuhan tersbut

Aksi Demo yang dilakukan oleh beberapa organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang tergabung di kelompok Cipayung plus, melalukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Cianjur, Dalam aksi demo ini sangat di sayangkan, ada pihak beberapa pihak menimbulkan kericuhan yang menyebabkan timbulnya aksi penyiraman bensin sehingga menghasilkan beberapa anggota kepolisian Cianjur terbakar. 

"Tentu ini sangat disayangkan sekali peristiwa ini terjadi, dapat kita liat melalui video yang tersebar di gruop-gruop whatsapp,kejadian sangat begitu cepat, kita meyakini yang melalukakn itu adalah propokator yang masuk dalam barisan mahasiswa, Ujar mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Tersebut

Sekretaris Umum HMI Cabang Padang  juga menambahkan "Kita juga berharap ke pada kepolisian untuk terus mengusut dan mencari pihak propokator dalam aksi demo tadi siang, dan tak lupa juga kita mengajak serta menghimbau kepada kawan-kawan mahasiswa seluruh indonesia supaya tidak terpancing dengan isu-isu yang yang bertujuan untuk memprovokasi memancing kemarahan mahasiswa,(15/08/2019)

Dan terakhir kita berharap kepada komunitas pengguna media sosial untuk tidak menyebarluaskan video saat aksi kericuhan tadi siang, nanti takutnya dapat memprovokasi masyarakat dan bisa jadi bola panas ini diarahkan kepada HMI sendiri, kita Khawatirkan nanti HMI dianggap sebagai prokator dan dianggap yang negatif," tutup abdurrahman

Usai Dikunjungi Kordinator Presedium MN KAHMI, HMI Cabang Padang Siap Jadi Tuan Rumah Kongres


Padang,  – Kedatangan Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Islam (MN KAHMI), Dr. Hamdan Zoelva ke Wisma HMI/KAHMI Sumatera Barat, Jalan Hang Tuah Nomor 158, Padang, Minggu (28/7) lalu memberikan semangat rekonsiliasi dualisme kepemimpinan Pengurus Besar (PB) HMI.
Seperti yang diungkapkan oleh Pejabat (Pj) Ketua Umum Cabang Padang, Rahmaddian yang mengatakan bahwa dualisme tentu merupakan hal yang tidak diinginkan oleh semua komponen yang ada didalam HMI.
“Karena akan berdampak terhadap struktur-struktur yang ada didalamnya. Rekonsiliasi merupakan alternatif untuk menyelesaikan dinamika atau polemik dualisme yang terjadi di PB HMI pada hari ini,” tegas Rahmaddian.
Pj Ketum Cabang Padang menambahkan dengan kedatangan Koordinator Presidium MN KAHMI ke kota Padang akan memberikan dampak yang signifikan terhadap proses rekonsiliasi di PB HMI.
Menurutnya, dampak yang terlihat dari kunjungan Koordinator Presidium MN KAHMI adalah keinginan dari seluruh pemangku kepentingan kongres HMI menyelenggarakan kongres HMI yang bersatu.
“Saya berharap agar kongres PB HMI kedepan bisa menyelesaikan permasalahan dualisme PB HMI. Dan saya mendorong peran aktif dari MN KAHMI hingga majelis daerah KAHMI ikut berperan aktif dalam meyatukan kembali PB HMI,” katanya.
Rahmaddian menambahkan jika dilihat dari sejarah 33 tahun yang silam, Padang pernah menjadi tuang rumah konggres HMI XVI ditahun 1986.
“Saat itu, dinamika yang terjadi begitu dahsyat. UU nomor 8 tahun 1985 tentang azas tunggal menjadikan HMI harus menerima terbelah menjadi dua bagian. Sudah saatnya Padang kembali menyatukanya sebagai bentuk tanggung jawab masalalu. Apalagi fase saat ini adalah fase tantangan II yang harusnya fase kebangkitanya HMI,” jelasnya.
Terakhir, Pj Ketua Umum HMI cabang Padang menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah kongres HMI jika terjadi rekonsiliasi.
“Jika rekonsiliasi terbangun dan akan menjadi fase kebangkitan HMI, maka kami cabang Padang nyatakan siap menjadi fasilitator kongres HMI di gelar di tanah minang,” tutup Rahmaddian.

PTKP HMI Cabang Padang, Kecam Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Aksi Unjuk Rasa SEMMI dan PERISAI di Depan Balai Kota Bogor




Padang, - Aksi solidaritas terhadap aksi represif kepolisian terhadap aksi serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Pertahanan ideologi serikat islam (PERISAI) dibalai kota bogor, senin 22 juli 2019 terus  bermunculan beberapa hari belakangan ini.

Salah satunya datang dari HmI cabang padang melalui bidang PTKP Randa Afrizal Sandra, disampaikan kepada wartawan ia sangat prihatin terhadap apa yang terjadi dikota bogor karena aksi tersebut memiliki tujuan yang mulia menjadikan kota bogor bebas dari maksiat dan miras.

"atas nama sesama aktivis mahasiswa saya mengutuk aksi represif kepolisian dalam pengamanan aksi SEMMI dan perisai dikota bogor, mahasiswa yang jumlahnya sedikit dibandingkan aparat mendapatkan perlakuan secara tidak manusiawi" kata Randa Afrizal Sandra.

"Padahal menyampaikan pendapat didepan umum sudah diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat, maka dari itu tak sepantasnya aparat memperlakukan mahasiswa seperti itu karena tugas kepolisian adalah untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, sesuai dengan undang -undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian" tutur Aktivis Sumbar ini.

Atas nama sesama aktivis jalanan  saya menuntut propam mabes polri mengusut tuntas aksi represif mahasiswa terhadap aktivis SEMMI dan PERISAI didepan balai kota bogor.

Selain itu vidio kekerasan tersebut sudah viral dikalangan masyarakat nampak jelas mahasiswa dipukuli dan dikeroyok secara bersama oleh aparat yang secara tidak langsung memperburuk citra kepolisian dimata masyarakat padahal saat ini polri sedang gencar -gencarnya memperbaiki citra dimasyarakat,  kalau tidak kami akan mengadakan aksi besar-besaran sebagai solidaritas sesama aktivis mahasiswa.

Soalkan Perkaderan, PB HMI Bedah Konsepsi dan Pedoman



Perkaderan adalah bahan bakar utama organisasi kader. Tanpa adanya perkaderan yang berkesinambungan, organisasi akan habis ditelan zaman. Inilah yang melatarbelakangi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Perkaderan di Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (20/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019).
“FGD ini diadakan untuk mengurai persoalan dan solusi terkait perkaderan seiring dengan perkembangan zaman”, kata Irma Suryani Harahap, Ketua Panitia FGD Perkaderan PB HMI.
Persoalan perkaderan, imbuh Irma, sangat beragam mulai dari tingkat komisariat, cabang, sampai Pengurus Besar (PB HMI) sebagai pengambil kebijakan tertinggi. Oleh karenanya, kehadiran FGD ini diharapkan mampu menjadi terobosan dalam mengurai persoalan dan mencari opsi solusi yang dibutuhkan.
Irma menekankan pentingnya memahami alur pedoman perkaderan. Persoalan utama yang kerap terjadi dalam kegiatan perkaderan adalah kurangnya intensitas kader dalam memahami pedoman yang ada, sehingga berpotensi menimbulkan bias terhadap tujuan konstitusional yang dimandatkan.
Setelah di Sukabumi, nantinya FGD akan dilaksanakan dalam beberapa rangkaian lanjutan. “FGD ini yang pertama dilaksanakan, Insya Allah nantinya akan dilakukan hingga empat kali”, tandas Irma.
Sementara itu, Bambang Pontas Rambe, Wasekjen Bidang Pembinaan Anggota PB HMI mengutarakan kegelisahan proses perkaderan yang dilakukan PB HMI selama ini. Menurutnya, pelatihan-pelatihan kader selama ini lebih diwarnai nuansa formalitas demi memenuhi kewajiban konstitusional. Prosedur yang tertuang dalam petunjuk teknis atau pedoman perkaderan seringkali luput dijadikan referensi.
“Melalui FGD ini akan dibedah pemikiran-pemikiran inti dari konsepsi pedoman perkaderan HMI”, ujar Bambang.
Menakar Ulang Output Perkaderan
Mengangkat tema “Be A Training Trendsetter”, seri pertama FGD Perkaderan di Sukabumi dihadiri oleh beberapa lembaga dalam tubuh organisasi HMI, antara lain Badan Pengelola Latihan (BPL), Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), Bakornas Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI), Bakornas Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), dan tidak turut ketinggalan Korps HMI-wati (KOHATI) PB HMI.
Muhammad Syahril, Ketua Bidang Pembinaan Anggota (PA) PB HMI menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil rapat internal antara Bidang PA dan BPL ditemukan adanya situasi masalah penurunan kaderisasi.
“Temuan awal kita adanya degradasi kaderisasi di kampus, padahal kampus adalah basis gerakan organisasi”, kata Syahril.
Selain itu, masih kata Syahril, menurutnya jenjang kaderisasi mulai dari Latihan Kader I (LK I) hingga Latihan Kader III (LK III) belum menghasilkan output sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dilihat dari tingkat keberhasilan kader di bidang profesional, banyak diantaranya tidak sampai menempuh jenjang LK III.
“Apakah training formal kita ini sesungguhnya efektif atau tidak? Melalui FGD ini kita berusaha membedahnya,” tambah Syahril.
Selain itu, Syahril mengutarakan peluang terkait adaptasi penyelenggaran perkaderan dengan memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi di era digital saat ini. Akses media informasi dan kemajuan teknologi, misalnya dengan teleconferencejuga masih belum diterapkan, padahal itu potensial.
“Adanya FGD perkaderan ini diharapkan memberikan titik terang atas persoalan perkaderan yang ada, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat guna memperbaiki perkaderan yang ada selama ini”, pungkas Syahril. 
KUYTIMES.COM

Technology

News

Advertisemen

Advertisement

Health

Economy