Lakukan Pengabdian Masyarakat, Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur



KUYTIMES.COM, CIANJUR - Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa Jakarta melakukan pengabdian masyarakat dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan membagikan bantuan untuk korban Gempa Bumi Kabupaten Cianjur, Sabtu (26/11/202).


Direktur Akademi Teknik Informatika Tunas Bangsa Jakarta, Saad Budiman Lubis, S.Pd, MM, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama dosen dan mahasiswa.


"Hari ini kami bersama dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan kepada korban gempa di kabupaten Cianjur," katanya. 



Saad mengharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban gempa Cianjur.


"Mudah-mudahan apa yang kita berikan bermanfaat bagi korban dan bisa  memang tidak seberapa, tapi kami berharap agar apa yang telah kami berikan bisa meringankan beban para korban," ujar Saad kepada wartawan.



Ia mengatakan musibah yang terjadi di Cianjur merupakan cobaan dan warga Cianjur semoga diberikan kesabaran atas cobaan yang diberikan.


"Semoga seluruh warga Cianjur tabah dan diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah gempa ini," pungkas Saad. (Dede/Zaki)

SD Negeri 1 Koto VII Peringati HUT PGRI ke 77 Tahun, Gelar Berbagai Lomba dan Doa Bersama Untuk Korban Terdampak Gempa Cianjur



SIJUNJUNG - Pada Bulan November ini Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi terbesar dan wadah bagi guru-guru di seluruh Indonesia sedang memperingati hari ulang tahunnya yang ke-77 tahun.


Dalam memperingati hari kelahiran tersebut, seluruh anggota PGRI di seluruh pelosok tanah air dan instansi terkait serta anak-anak sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA ikut memeriahkan hari yang bersejarah ini.


Tidak terkecuali Sekolah Dasar Negeri (SD N) 1 Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung yang memperingati HUT PGRI dengan mengadakan berbagai lomba dan tampilan guru-guru dan anak-anak, Jumat (25/11/2022).



Menurut Ibuk Eli Syafrida, S.Pd yang bertanggung jawab atas acara, rapat persiapan acara yang diadakan SD Negeri 1 sudah di persiapkan sejak tanggal 18 September 2022 lalu. Kemudian rangkaian acara dimulai tanggal 25 November 2022.


"Dalam rangkaian acara nantinya akan diadakan lomba-lomba yang terdiri dari tarian tradisional, paduan suara, menyanyi solo yang diikuti oleh keluarga besar SD Negeri 1 beserta guru," katanya.


Kepala Sekolah Ibuk Nur Hidayah, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan pesan agar seluruh anggota PGRI khususnya yang berada di lingkungan SD Negeri 1 untuk tetap bisa menjaga sikap dimana pun berada. 



"Karena guru adalah seorang yang selalu digugu dan di tiru serta tetap bisa menjaga rasa solidaritas dengan moto dari kita, oleh kita dan untuk kita," jelasnya.


Dalam acara tersebut juga diadakan do'a bersama yang ditujukan untuk semua anggota PGRI dan bagi saudara-saudara yang masih terdampak bencana gempa bumi di Cianjur. (Yose/Zaki)

Pandangan Buya Syafii tentang Islam, Toleransi dan Pancasila Dibahas dalam Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan Ahmad Syafii Maarif

 


KUYTIMES.COM, SOLO - MAARIF Institute menyelenggarakan Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan Ahmad Syafii Maarif (SKK-ASM) IV dengan tema Islam, Kebhinekaan, dan Keadilan Sosial pada tanggal 12 -17 November 2022 di Pesma Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 


Peserta yang terlibat dalam kegiatan SKK ASM-IV berjumlah 30 orang yang terdiri dari mereka yang lolos seleksi yang berasal dari berbagai latar belakang agama, etnis, gender, ormas keagamaan, asal daerah dan lainnya.


Sesi SKK-ASM IV pada hari Selasa - Rabu tanggal 15 s.d 16 November 2022 menghadirkan Prof. Dr. Amin Abdullah, Guru Besar UIN Kalijaga dan Anggota Dewan Pengarah BPIP yang membawakan materi yang berjudul Pemikiran Politik Ahmad Syafii Maarif tentang Islam dan Pancasila. Sementara narasumber kedua, Prof. Dr. Zakiyudin Baidhawi, Rektor IAIN Salatiga, membawakan materi Islam Berkemajuan: Perspektif Ahmad Syafii Maarif.


Dalam paparannya, Amin Abdullah, mengatakan bahwa Buya adalah kritikus sosial-agama, sosial-budaya, dan sosial-politik yang tajam. 


"Buya Syafii kerap melontarkan kritik ke publik secara lugas tanpa tedeng aling-aling, mulai dari persolan konflik Sunni dan Syiah hingga persoalan FPI yang disebut Buya sebagai ‘preman berjubah’ karena aksinya yang kerap melakukan aksi sweeping," tuturnya, Rabu (16/11/2022).



Amin Abdullah mengelaborasi lebih jauh bahwa ajaran Islam dewasa ini harus mampu merespons persoalan humanisme kontemporer. Untuk melakukan itu diperlukan peninjauan kembali pada epistemologi keilmuan Islam yang selama ini masih terjebak pada metode dan pendekatan Ulum al-Din lama. 


Amin Abdullah melanjutkan bahwa corak Pendidikan Islam sudah seharusnya melibatkan riset lapangan dan membahas perihal kewargaan dalam negara bangsa yang tuntas dan mendasar dalam hubungannya dengan isu-isu dan paham keagamaan agar ajaran Islam dapat hadir menjadi solusi bagi keindonesiaan.  


Sementara, Zakiyudin Baidhawi, dalam paparannya mengatakan bahwa gagasan keislaman Buya Syafii adalah gagasan Islam berkemajuan yang konsen terhadap Islam berkemajuan, tolerasi, nilai-nilai kebangsaan, dan komitmennya tentang nilai-nilai Pancasila. 


Sembari mengutip Buya, Zakiyudin mengatakan, "Sebuah bangsa dapat mengalami kehancuran bila toleransi sosial, agama, dan budaya tidak mantap," katanya. 


Dalam kesempatan tersebut, Moh. Shofan, Direktur Program MAARIF Institute yang mengawal jalannya SKK berharap peserta dapat dapat melanjutkan cita-cita Buya.

 

"Bersamaan dengan hari toleransi internasional ini, kami berharap peserta SKK bisa melanjutkan cita-cita Buya Syafii Maarif yang konsen terhadap isu isu toleransi, nilai-nilai kebangsaan, dan Pancasila untuk menentang segala bentuk diskriminasi dan prasangka," pungkasnya. (Iqb/Zaki)

Ketum DPP KNPI Dr. Ilyas Indra bersama Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora dan Tokoh Lainnya Menjadi Pembicara Pertemuan DEMA Fakultas Syariah dan Hukum Se-Indonesia di UIN Raden Fatah Palembang



KUYTIMES.COM, PALEMBANG - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Dr. Ilyas Indra, MH.MM bersama beberapa tokoh, diantaranya Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Dr. Asrorun Ni'am menjadi Narasumber pada Pertemuan Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.


Disela-sela acara, Bapak Ni'am (panggilan akrab Asrorun Ni'am), berdiskusi dengan Ketua Umum DPP KNPI Dr. Ilyas Indra.


Selain sama-sama Latar Belakang di ormas Nahdlatul Ulama (NU), Bang Ni'am merupakan Dosen Dr. Ilyas Indra ketika Kuliah di S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Kepada awak media, sebelum Dr. Ilyas Indra tampil sebagai Narasumber, terlebih Dr. Asrorun Ni'am dan beberapa tokoh, seperti Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang memberikan motivasi kepada para peserta yang terdiri Ketua DEMA Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia.


Materi yang disampaikan adalah bagaimana menjadi pemuda calon pemimpin Indonesia dimasa datang.



Adapun Dr. Ilyas Indra bersama Entrepreneur Muda saudara Fili Mutaqien, menyampaikan materi tentang entrepreneurship, bagaimana aktifis berbisnis, sebagai calon pemimpin Indonesia 2045.


Ketua Umum DPP KNPI ini menyampaikan bahwa Pemuda Indonesia harus mandiri secara ekonomi, untuk cepat mandiri secara ekonomi anak anak muda hanya bisa menjadi pengusaha.


"Kekuatan aktifis menjadi pengusaha sangatlah memadai karena aktifis memiliki kemampuan publik speaking yang bagus, aktivis memiliki jaringan yang bagus," ujar Dr. Ilyas.



Selain itu, tambahnya, aktivis memiliki loby yang bagus, kemampuan aktivis bisa menjadi saling yang bagus dan yang terpenting aktivis memiliki kemampuan memimpin yang bagus dalam bisnis.


"Sehingga kemampuan aktivis bisa diandalkan untuk masuk menjadi entrepreneur diusia muda dan membangun kemandirian secara ekonomi untuk menjadi pemimpin di 2045," pungkas Ilyas. (Zaki)

IKA FIB USU Akan Gelar Kongres IV Bertajuk Mengumpulkan yang Terserak

 


KUYTIMES.COM, MEDAN - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) (dh. Fakultas Sastra) Universitas Sumatera Utara (USU) akan menggelar Kongres IV yang bertajuk "Mengumpulkan yang Terserak" yang akan di selenggarakab pada hari Sabtu (24/9/2022) di Medan Club mendatang. 


Kesiapan menggelar konres ini diungkapkan Ketua Panitia Apriadi Gunawan, Sekretaris Bambang Riyanto, Bendahara Syaiful Amri Sambas dan Ketua Stering Comitte Harun Al Rasyid di Inter Coffe USU.


Kesiapan Ketua Panitia Kongres IV FIB USU, Apriadi Gunawan (alumni Bahasa Arab) menjelaskan bahwa dengan mengumpulkan yang terserak kita berusaha mengumpulkan kekuatan dari FIB yang dahulunya Fakultas Sastra ini.


"Selain untuk memilih kepengurusan baru IKA FIB USU periode selanjutnya, kegiatan ini lebih kepada temu kangen dengan spirit membangun almamater kita. Kongres ini hanya medium untuk mempertemukan dan mempersatukan kembali alumni-alumni FIB di mana pun berada," ujarnya saat di wawancarai awak.media di Inter Coffe USU Medan, Rabu (21/9/2022)


Karenanya, Apriadi mengajak segenap alumni FIB atau Fakultas Sastra untuk berpartisipasi dalam menyukseskan acara lima tahun sekali ini. 


"Kehadiran abang, kakak, dan adinda sekalian tentu akan menjadi penyemangat dan pemersatu bagi kita. Dengan bersatu padu tentu kita bisa lebih banyak berbuat hal positif untuk kemajuan almamater kita ini," tegasnya.


Dekan FIB USU, Dr. T. Thyrhaya Zein, MA menyambut baik rencana Kongres IV FIB USU yang akan digelar sebab alumni merupakan mitra srategis fakultas dalam merealisasikan program-program kerja yang telah dicanangkan oleh pihak dekanat.


"Tentu dari pihak dekanat menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan Kongres IV FIB USU. Apapun hasil kongres, pihak dekanat akan menghormati dan siap menjalin sinergitas demi kemajuan FIB USU yang kita cintai ini," ujarnya.


Thyra juga berharap antusias alumni yang hadir di kongres tinggi sehingga dirinya bisa bernostalgia mengenang masa-masa indah semasa kuliah dahulu.


"Kenangan-kenangan akan kebersamaan itu dululah yang membuat kita rindu untuk bernostalgia, tentu tidak lupa juga untuk membuat program-program yang positif untuk memajukan fakultas kebanggaan kita ini," katanya.


Sementara itu, Ketua Steering Comitte Kongres IV IKA FIB Drs. Harun Al Rasyid mengatan seluruh perangkat kongres seperti Tata Tertib Kongres, Rundown Kongres, Draft AD/ART, dan Kriteria Ketua Umum sudah disiapkan, tinggal pelaksanaannya. 


“Kita berharap akan muncul kepengurusan IKA FIB USU yang dipimpin alumni yang berkualitas. Sebenarnya alumni FIB USU sudah banyak juga yang berhasil berkarier dalam masyarakat diantaranya ada militer, birokrat, politikus dan pengusaha. Harapan kami mereka mau kembali ke kampus bersinergi dengan fakultas mendukug program Kampus Merdeka,” kata Ketua Dewan Pembina IKA FIB ini. 


Menurut Harun beberapa yang mencuat menjadi Ketua Umum IKA FIB USU adalah Dahlan Ginting, Azrai, Muhammad Syahrir, Apriadi Gunawan, Affan Muhammad, Charles Purnama, Panut Hadisiswoyo, dan Roslaini. (Fahmi/Zaki)

Ketua PW GP Ansor Berorasi Di Sekolah Islam Kebangsaan UIN Imam Bonjol Padang



KUYTIMES.COM, PADANG - Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Dr. Rahmat Tk Sulaiman, MM memberikan orasi ilmiah dalam pembukaan Sekolah Islam Kebangsaan  Fakultas Sains dan Teknologi UIN Imam Bonjol Padang pada Rabu (7/9/2022).


Acara yang mengangkat tema "Mensyiar Agama, Menerjemah Semesta, Merawat Indonesia" diikuti oleh seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan, turut mengahadiri seluruh dekan dilingkungan UIN Imam Bonjol Padang. 


Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D menyampaikan bahwa Sekolah Islam Kebangsaan yang dirumuskan oleh tim dibawah koordinator Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, merupakan implementasi dari visi dan misi fakultas yang diterjemahkan dari Visi Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. 


"Sekolah ini adalah salah satu wujud rumusan dibawah koordinasi Tim Dekan Fakulktas Sain dan Teknologi UIN Imam Bonjol Padang untuk mengimplemetasikan visi misi Rektor Prof. Dr. Martin Kustati,M,Pd" jelasnya


Dalam sambutannya sekaligus meresmikan program tersebut, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd menekankan bahwa sinergi antara Islam, Sains, dan Budaya Lokal adalah keniscayaan yang harus diciptakan sebagai model moderasi beragama di perguruan tinggi dalam rangka merawat kebhinekaan bangsa.



"Sejatinya kegiatan ini merupakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, muatan materi ajar diadopsi dari materi pembinaan karakter a la Pesantren Tradisional, yaitu kolaborasi Ponpes Nurul Yaqin Ringan-ringan, Ponpes Attaqwa Canduang, Ponpes Ashabul Yamin Lasi dan Ponpes MTI Sabilul Jannah" sambutnya


Sementara itu , dalam orasi kebangsaan Ketua GP Ansor Sumbar Dr. Rahmat, Tk.Sulaiman,MM menghimbau kepada seluruh elemen kampus di UIN Imam Bonjol Padang agar selalu mengawasi gerakan gerakan yang berafliasi kepada kelompok ideologi yang mencoba merong-rong persatuan bangsa dan mengarah kepada politik identitas yang tidak mendidik dan tidak mencerdaskan masyarakat.


"Dengan hadirnya program Sekolah Islam Kebangsaan, ini merupakan ikhtiar merawat tradisi, persatuan dan persaudaraan dalam kemajemukan bangsa Indonesia khususnya kepada insan akademika. Jangan sampai lumbung radikalisasi yang merusak persatuan bangsa malah bersumber dalam civitas akademika" tegasnya dalam berorasi. (Zak)

Beri Motivasi Bisnis Mahasiswa Akpar Nusantara, Fauzan Fadel Muhammad Sampaikan Ini



KUYTIMES.COM, TANGSEL - Akademi Pariwisata Nusantara Kampus Diploma III dan IV di bidang Perhotelan dan pariwisata menyelenggarakan pertemuan dan training mahasiswa baru di hotel Citra Dream Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (28/5).


Dalam pertemuan yang bertujuan memberikan motivasi mahasiswa dalam membangun kemandirian mahasiswa melalui Bisnis mengundang Tokoh Politik Partai Golkar DKI Jakarta dan Pengusaha Muda Fauzan Fadel Muhammad yang juga pengurus BPP HIPMI.


Dalam penyampaian materinya, Fauzan memberikan gambaran bahwa anak muda atau mahasiswa yang ingin sukses harus membangun bisnis sejak mahasiswa, pasti bila ditanya apakah ingin sukses, jawaban semua mahasiswa pasti ingin sukses.


"Pengalaman saya berwirausaha sejak usia muda sampai sekarang usia saya 29 tahun, itu tidak ada alasan kalau sukses maka harus berbisnis sejak muda dan berbisnis sejak mahasiswa," ujar Fauzan.


Nanti, lanjutnya, pasti pertanyan yang muncul adalah mau bisnis apa.



"Nah, kondisi saat ini sangat mudah bagi anak muda menjalankan bisnis. Sistem digitalisasi tidak mengharuskan mau bisnis harus punya tempat dan lainya, yang jadi kekuatan adalah kemauan yang kuat dari anak anak muda untuk melakukan bisnis," jelasnya.


Lalu, tambah Fauzan, pertanyaan selanjutnya pasti modalnya bagaimana. Hal ini yang bikin anak anak muda ngak boleh cengeng.


Fauzan menuturkan bisnis modalnya kemauan, melihat peluang pasar, dengan sistem digital sekarang tentu modalnya tidaklah besar.


"Tetapi kalau ditanya berapa lama bisnisnya bisa sukses, itu yang harus dibuat rumusanya, mulai dari kerja keras, disiplin, membangun jaringan, mencari peluang, membuka cabang dan sebagainya. Tidak usah hitung waktu berapa lama akan berhasil, yang bener terus berjuang sampai bisnismu sukses," jelasnya.


Motivasi yang diberikan oleh Fauzan yang juga putra dari politisi senior Fadel Muhammad yang saat ini menjadi Wakil Ketua MPR RI kepada ratusan mahasiswa baru Akpar Nusantara yang berlokasi di Ciputat tentunya memberikan semangat para mahasiswa baru untuk segera memulai bisnis.


Di kesempatan yang sama, penanggungjawab program yang juga Wakil Direktur III Akademi Pariwisata Nusantara Wulan Sri Maulani, SM.MM, dalam sambutannya bahwa kita sangat beruntung dihadiri oleh pengusaha muda sukses dalam rangka memotivasi mahasiswa baru.


"Tentu ini sangat berarti untuk mahasiswa baru dengan hadirnya praktisi pengusaha dalam rangka mengajarkan bagaimana berwirausaha sejak muda," ujarnya.


Acara ditutup oleh Dr. Rahmat Kurniawan selaku Ditektur Akpar Nusantara, dengan harapan para mahasiswa dapat mengambil ilmu dari bung Fauzan yang memberikan motivasi kepada mahasiswa. (Zaki)

Weni Junita R. Mahasiswi STIE Tuah Negeri Kota Dumai Raih Predikat Relawan Pajak Terbaik 1 Se-Provinsi Riau Tahun 2021

 


KUYTIMES.COM, Pekanbaru - Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tuah Negeri Kota Dumai berhasil menorehkan prestasinya di kancah provinsi Riau sebagai peraih predikat relawan pajak terbaik 1 se-provinsi Riau. Dia adalah Weni Junita R mahasiswi STIE Tuah Negeri D3 akuntansi ini, kalo S1 kita manajemen ya pak Kota Dumai. Rabu 11 Januari 2021. Di KANWIL DJP Riau. Pekanbaru


Menurut informasi, Weni yang biasa disapa ini berhasil menyingkirkan 100 relawan dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Provinsi Riau.


Penyerahan penghargaan ini langsung dilakukan oleh Kepala Bidang Penyuluhan bapak Asprilantomiardiwidodo dan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat KANWIL DJP Riau


Lailani Fitria SKom, MM selaku ketua jurusan prodi akuntansi STIE Tuah Negeri Kota Dumai sangat mengapresiasi prestasi Weni Junita R ini. Menurutnya mahasiswi STIE Tuah Negeri Kota Dumai dituntut untuk siap bersaing baik di tingkat lokal maupun nasional.


Untuk menjamin hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tuah Negeri Kota Dumai telah menyusun kurikulum dengan berbagai sarana pendukung seperti tax center, galeri investasi, laboratorium enterpreneur dan lain-lain. Dengan demikian, mahasiswi tidak hanya dapat memahami secara konseptual namun juga memiliki kemampuan pada tataran teknis implementatif,” ujarnya


" Dan Tax center siap mengasistensi wajib pajak SPT tahunan dan PPS untuk periode tahun 2022 mulai bulan Maret hingga Juni di STIE-TN," Tambah nya.

KUYTIMES.COM

Technology

News

Advertisemen

Advertisement

Health

Economy