PENERAPAN MUHADASAH (PERCAKAPAN) BAHASA ARAB DI PESANTREN TAHFIDZ AL-FUAD SERUWAY
KUYTIMES.COM, OPINI - Pesantren merupakan tempat penyebaran Bahasa Arab di Indonesia. Hal ini dikarenakan kurikulum yang diterapkan di berbagai pondok Pesantren ini
mencakup materi keislaman yang semua nya di ambil dari literatur berbahasa Arab. Hal ini dilakukan oleh Pesantren Tahfidz Al-Fuad Seruway, walaupun Pesantren tersebut merupakan background Tahfidz yaitu menghafal Al-Quran namun memiliki program penerapan bahasa arab kepada santriwan dan santriwati Pesantren Tahfidz Al-Fuad Seruway.
Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Tahfidz Al-Fuad dimulai dari mengenal kosakata yang ada disekeliling Pesantren, membuat kalimat, bernyanyi dalam Bahasa Arab , Teknik pengajaran yang digunakan oleh pengajar yaitu teknik ceramah dan Muhadasah(praktek percakapan) menggunakan Bahasa Arab.
Kebijakan Pesantren Al-Fuad Seruway Mengalokasikan pembelajaran Bahasa Arab sebanyak 2 jam perhari setiap habis Zuhur dan habis Maghrib dengan membagikan setiap 2 kelas kepada satu pengajar dengan membagi sift satu kelas setelah Dzuhur dan satu kelas setelah Maghrib diadakan kegiatan pendalaman materi yang di ajarkan di kelas .
Adapun minat dan motivasi santri dalam belajar bahasa Arab bervariatif. Terdapat santri dengan minat dan motivasi tinggi serta juga sebaliknya. Pengajar bahasa Arab tidak henti-hentinya untuk terus berusaha meningkatkan minat dan motivasi mereka dengan berbagai cara, seperti menasehati, berdialog, dan lain-lain.
Pembelajaran bahasa Arab di Pesantren Tahfidz Al-Fuad sangat terbantu dengan adanya kegiatan Muhadarah yang diselenggarakan selama satu minggu sekali setiap malam rabu. Kegiatan ini bersifat wajib dan dalam pendampingan kakak kelas(osis). Adapun kegiatan yang di lakukan adalah pidato menggunakan 3 bahasa yaitu Bahasa Arab, Inggris, serta Indonesia.
Pembelajaran kosakata dan Muhadasah(percakapan) diberikan melalui pemeragaan dari guru. Setelah itu, santri diberikan latihan dalam bentuk pertanyaan lisan. Setiap 6 bulan sekali, guru bahasa Arab selalu mengadakan ujian khusus untuk materi bahasa Arab, sesuai materi kelas masing-masing yang telah diberikan agar santri dapat mengevaluasi dan menumbuhkan semangat dalam mempelajari Bahasa Arab.
Pembelajaran bahasa Arab didukung dengan kegiatan Pesantren dengan struktur pelaksana terdiri ustadzah dan qism al-lughah. Kegiatan ini terdiri dari penguasaan mufradat pelaksanaan muhadharah, dan penerapan muhadatsah di setiap harinya.
Tujuan belajar bahasa Arab ditargetkan untuk memahami kandungan Alquran, di samping juga untuk memahami kandungan kitab-kitab berbahasa Arab.. Hal ini dilakukan dengan teladan dari guru yang selalu berkomunikasi dengan bahasa Arab. Jika santri menemukan kosakata yang sulit, maka mereka dapat bertanya kepada pengajar dan kakak kelas. Mereka wajib berkomunikasi dengan bahasa Arab selama 1hari dalam seminggu, yaitu setiap hari Kamis.
Penulis : Putri Aprilia Firdaus (Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.) (AGUS)

Comments
Post a Comment